Blogger Widgets

Jumat, 15 Maret 2013

Contoh Laporan PKL SMK Otomotif

                                                             BAB 1 PENDAHULUAN


A . Latar belakang
Sesuai dengan progam pendidikan tiga tahun di SMK 3 GORONTALO maka siswa – siswi SMK 3 GORONTALO kelas XII di wajibkan melaksanakan praktek kerja lapangan. Praktek lapangan kerja ini dapat dikatakan untuk menguji pengetahuan dan ketrampilan serta sikap sebagai calon mekanik industri . Dengan adanya PKL ini siswa diharapkan dapat mewujudkan tujuan pendidikan 3 tahun yaitu menghasilkan lulusan yang trampil, tangguh, siap pakai, mandiri, dan bertanggung jawab.
Dengan adanya PKL ini siswa dapat mengetahui situasi dan kondisi kerja dalam bidang industri atau dunia usaha yang sebenarnya. Maka kelak kalau para siswa akan mencari lapangan kerja sudah memiliki pengalaman kerja.
Selain untuk mencari pengalaman didunia kerja juga merupakan salah satu syarat untuk mengikuti Ujian Nasional. Selain untuk tujuan tersebut di atas, PKL juga memiliki latar belakang yaitu mempraktekkan bila berada di dunia usaha. Selain itu menambah materi yang belum diajarkan oleh sekolah.



B. Rumusan Masalah
Dalam penulisan laporan ini penulis akan memaparkan masalah mengenai:

-          Pelanggakn mengeluhkan pada saat dilepas kopling dan  menginjak gas maka kecepatan akan  lambat naik tetapi suara mesin akan meraung keras (rpm tinggi)
C. Tujuan Penulisan Laporan
Sebagai tugas akhir Prakerin, siswa diwajibkan membuat laporan akhir yang meliputi seluruh kegiatan selama prakerin. Laporan ini merupakan bentuk pertanggung jawaban siswa yang akan dipresentasikan pada saat ujian lisan. Berikut ini adalah beberapa tujuan pembuatan laporan prakerin
Memantapkan siswa dalam pengembangan dan penerapan pelajaran dari sekolah di institusi tempat prakerin.Siswa mampu mencari alternatif lain dalam pemecahan masalah analisiskimia secara lebih rinci dan mendalam.
  • Siswa dapat mengumpulkan dan mengolah informasi yang telah diperolehsehingga dapat ditampilkan dalam bentuk laporan dan presentasi.
  •  
  • Siswa dapat membuat laporan kerja dan bertanggung jawab atas tugasyang telah diberikan.
  •  
  • Menambah koleksi pustaka di perpustakaan sekolah maupun di institusitempat prakerin sehingga dapat menambah ilmu pengetahuan, baik bagi penulis maupun bagi pembaca


D. Manfaat Penulisan Laporan
1.     Bagi Siswa
- Dapat menambah pengalaman kerja didalam dunia usaha.
- Agar siswa mempunyai wawasan yang lebih luas tentang dunia      
  kerja nyata, khususnya tentang sistem pendingin pada kendaraan                                                     
    bermotor roda 4.
2.     Bagi Instansi/DU/DI
     -    Membantu memperingan beban kerja Instansi/DU/DI.
      -    Adanya sinkronisasi antara Instansi/DU/DI dengan pihak sekolah.

BAB II PEMBAHASAN
  1. A.   Landasan Teori

1.        Fungsi System

Secara umum, Kopling adalah alat yang digunakan untuk menyambung dua poros yang didalam perangkat mobil adalah poros penggerak dan poros pemindah daya atau dari putaran engine (mesin) ke transmisi.
-         Syarat-syarat kopling:
  1. Mampu memutuskan dan menghubungkan putaran mesin ke transmisi dengan lembut.
  2. Setelah terhubung, kopling dapat memindahkan seluruh daya secara penuh (100%) tanpa slip.
  3. Waktu terputus dan terhubungnya putaran dapat berlangsung dengan relatif cepat.
Komponen-komponen kopling:
1.  Tutup kopling (cluth cover).
2.  Pelat kopling.
3. Disc clutch
4. Presure plate
5.  Strap
6. Retraxing spring
7. Diafragma spring

  1. 2.      Nama  komponen dan fungsinya
Clutch cover berfungsi sebagai tempat utama pada sistem kopling manual yang dimana didalamnya terdapat komponen-komponen lainnya yang mendukung kerja kopling lebih sempurna, selain itu clutch cover menghimpit disc plate dengan fly wheel supaya putaran disc plate dengan fly wheel berrotasi bersama saat pedal kopling tidak diinjak.
Diafragma spring berfungsi menekan dan menarik presure plate pada clucth cover, saat pedal kopling diinjak gaya dari pedal sampai pada diafragma spring dengan serangkaian komponen pendukung dan diafragma spring menarik presure plate supaya tidak menekan disc plate dan putaran flywheel dgn disc plate bebas. Begitu sebaliknya saat pedal kopling dilepas.
Disc clutch berfungsi sebagai penerus putaran dan bidang gesek antara flywheel dengan presure plat dan clutch cover, disc plate bekerja sama dengan unit clutch cover untuk meneruskan putaran dari flywheel ke input shaft transmisi.
Presure plate berfungsi sebagai bidang gesek pada clucth cover untuk menghimpit disc clutch dengan flywheel. Presure plate diatur kerjanya oleh diafragma spring, presure plate berotasi bersamaan dengan clucth cover.
Strap berfungsi sebagai penahan antara clutch cover dengan presure plate sehingga presure plate berotasi bersama clucth cover.
Retraxing spring berfungsi sebagai pembantu pegas diafragma disaat pedal kopling diinjak sehingga presure plate lebih mudah terangkat dan disc plate lebih mudah dan cepat berotasi bebas, selain dari itu retraxing spring membuat gaya yang dibutuhkan untuk menekan pedal kopling lebih sedikit, sehingga pedal kopling saat diinjak menjadi ringan.
  1. 3.      Cara kerja  kopling

Cara kerja kopling adalah apabila mesin berputar, dengan sendirinya roda gila ikut berputar, sedangkan pada roda gaya ini dipasangkan tutup kopling yang tentunya juga ikut berputar. Dalam hal ini poros roda gigi atau poros utama persneling belum dapat berputar, demikian juga dengna plat kopling yang dipasang dengan perantaraan suatu alur pada poros tersebut yang memungkinkannya bergerak sepanjang poros persneling. Selanjutnya, apabila kita ingin menggerakkan roda, hal ini dapat dilakukan dengna mengoperasikan pedal, dimana pada waktu pedal di angkat pegas-pegas kopling akan menekan plat tekan pada roda gila. Hal ini yang menyebabkan plat kopling tersebut terjepit diantara roda gila dengna plat tekan. Plat ini mulanya akan slip, dan bergesekan dengan roda gila maupun plat tekan akan tetapi selanjutnya secara bertahap akan ikut terbawa berputar dan selanjutnya akan memutar poros utama persneling

  1. B.   Trooble Sooting (Analisis Kerusakan dan Perbaikan)
Kerusakan yang seing terjadi pada komponen kopling dan cara mengatasinya:
Cara cek kopling mobil yaitu dengan cara mesin dihidupkan tarik rem tangan masukan gigi 1 lepas kopling perlahan kaki kanan dalam posisi menginjak rem dan gas perlahan, bila posisi pedal kopling sudah terlepas tetapi mesin tidak mati maka kampas kopling sudah habis,setelah mekanik mengetesnya ternyata ada tanda-tanda plat kopling habis .

Mengganti Plat Kopling



           I.                   Bahan
    – 1 unit kendaraan roda empat (mobil)
          II.                Alat
    – Sigmat
    – Obeng plus / min

– Kunci momen satu set ( kunci shok)
– Kuas
– Majun
– Dongkrak putar
– Gemuk
– Alat untuk penyentral plat kopling


Langkah Kerja
i.                    Pembongkaran
– Lepas bagian – bagian yang menghalangi untuk membongkar kopling .
– Lepaskan kabel yang menempel pada tranmissi dan lepas As roda ,Steering linkage yang menempel pada roda,Stabilizer- bar
– Apabila plat koplingnya ada didepan harus membuka rem cakram yang sebelah kiri.
– Buka baud yang mempel pada tranmissi
– Setelah terbuka pisahkan tranmissi dan kopling
– Periksa cluth dish dan cluth cover apakah layak atau tidak untuk di pakai
– Apabila plat kopling dan cluth cover sudah aus .di wajibkan harus diganti
– Bersihkan bagian kopling yang kotor dengan menggunakan kuas
ii.                  Pemasangan
– Pasang plat kopling dan cluth cover dengan lurus menggunakan senter kopling .
– Apabila sudah lurus kencangkan dengan baut menggunakan kunci yang pas
– Pasang tranmissi kembali dengan rapih apabila sudah bersih dari debu
– Pasang kembali komponen- komponen yang di lepas dengan rapih seperti kabel yang menempel di tranmissi, As roda ,Stabilizer bar dan lain sebagainya.
– Pasang roda / ban dengan menggunkan kunci roda.


  1. C.  Gambar Benda Kerja


Plat kompling sudah tipis,,,J

D. Langkah pembongkaran Kopling

  Kegiatan/ uraian ini bertujuan mempelajari cara membongkar,
  memeriksa, memperbaiki dan memasang kembali unit kopling
  dan komponen-komponennya.
a)      Pembongkaran

Pada kendaraan, sebelum dapat membongkar unit kopling
haruslah terlebih dahulu melepas komponen-komponen lain
yang terkait/ menghalangi, antara lain:
(1). Release cylinder unit (dengan pipa tetap terpasang)
(2). Propeller unit (kendaraan tipe RWD atau 4WD)
(3). Unit transmisi dan sistem pemindahnya
Pada umumnya jika unit transmisi sudah dilepas, maka unit
release bearing dan release fork akan terbawa pada rumah
transmisi, sehingga secara mudah dapat dilepaskan dengan
melepas pengunci release fork terhadap porosnya, kemudian
tarik keluar porosnya dari rumah transmisi. Release fork dan
release bearing akan terlepas.
Unit kopling segera dapat dilepas/ dibongkar setelah unit
transmisi dilepas. Langkah-langkahnya adalah :
(1). Buatlah tanda pada rumah kopling dan fly wheel
(2). Pasangkan center clutch atau alat bantu yang lain untuk
   menahan plat kopling pada tempatnya
(3). Kendorkan baut-baut pengikat rumah kopling ke fly
   wheel dengan urutan menyilang secara bertahap dan
   merata.
(4). Lepaskan baut pengikat satu persatu dan kemudian
   lepaskan clutch cover dan clutch disc


            Gambar 16.      Pembongkaran unit kopling.
Hal-hal yang perlu diperhatikan antara lain adalah :
(1). Lepaskan clutch cover dengan hati-hati jangan sampai
    clutch disc terjatuh.
(2). Jagalah kebersihan permukaan clutch disc, pressure
    plate dan fly wheel. Jangan sampai terkena minyak atau
    gemuk.
(3). Bersihkanlah kotoran, debu dan beram-beram yang
    dapat mengganggu kinerja kopling.
Pada kopling dengan pegas spiral unit rumah kopling dan
plat penekan dapat dengan mudah dibongkar, dengan
langkah-langkah sebagai berikut :
(1). Gunakan alat penekan/ press untuk menekan clutch
    cover menahan tekanan pegas kopling.



         Gambar 17.    Penekanan clutch cover unit kopling
(2). Lepaskan baut-baut pengikat rumah kopling ke fly wheel
    maupun baut penahan penyetel tinggi tuas pembebas
(3). Buatlah tanda pada fly wheel dan clutch cover

   Gambar 18.    Pembuatan tanda pada clutch cover dan fly wheel
  (4). Lepaskan secara pelan-pelan penekanan alat penekan.
  (5). Lepaskan clutch cover
  (6). Lepaskan pegas-pegas penekan

            Gambar 19.   Melepas clutch cover unit kopling
  (7). Lepaskan pin dan release lever

            Gambar 20.   Melepas clutch cover unit kopling
b) Pemeriksaan, Perbaikan dan Penggantian Unit Kopling
  (1) Release bearing
      Release bearing umumnya merupakan unit bearing
      tertutup dengan tipe pelumasan permanen, sehingga
      tidak memerlukan pembersihan pada pelumasannya.
      Pemeriksaan pertama yang dapat dilakukan adalah
      secara fisual, adalah dengan melihat apakah ada
      kotoran, luka bekas gesekan/ terbakar, tergores dan
      atau retak. Jika ada kotoran, luka bekas gesekan/
   terbakar,     tergores    dan    itu   hanya     sedikit   dapat
   dibersihkan dengan kertas amplas yang halus. Jika
   kerusakannya parah, ganti dengan unit yang baru.

Pemeriksaan release bearing dengan cara pengujian
   kerja sebagai berikut :
   (a) Putar bearing dengan tangan dan berilah tenaga
       pada arah axial. Jika putaran kasar dan atau terasa
       ada tahanan sebaiknya ganti!
   (b) Tahan hub dan case dengan tangan kemudian
       gerakkan pada semua arah untuk memastikan self-
       centering system agar tidak tersangkut.           Hub dab
       casae harus bergerak kira-kira 1 mm. Jika kekocakan
       berlebihan atau macet sebaiknya diganti dengan
       yang baru!
(2) Pegas Penekan dan Tuas Pembebas
   Pemeriksaan      pegas    penekan      dan     tuas   pembebas
   dilakukan dengan beberapa tahapan yaitu :
   (a) Pemeriksaan secara fisual, adalah dengan melihat
       apakah ada kotoran, luka bekas gesekan/ terbakar,
       tergores dan atau retak. Jika ada kotoran, luka bekas
       gesekan/ terbakar, tergores dan itu hanya sedikit
   dapat dibersihkan dengan kertas amplas yang halus.
   Jika kerusakannya parah, sebainya diganti.

       Gambar 22.        Pemeriksaan keausan pegas
(b) Lakukan pengukuran kedalaman dan lebar keausan
   bekas gesekan release bearing. Kedalaman maksimal
   adalah 0.6 mm dan lebar maksimal 5.0 mm. Jika
   keausan melebihi spesifikasi ganti dengan yang baru!


          Gambar 23.       Pengukuran keausan pegas
(c) Pemeriksaan dengan SST dan filler gauge (thickness
   gauge).
   Dengan bantuan SST dan Filler gauge, periksa
   kerataan permukaan ujung pegas diphragm atau
   ujung tuas pembebas. Selisih pengukuran atau
   ketidakrataan maximal 0.5 mm.


          Gambar 24.    Pemeriksaan kerataan tinggi pegas
(d) Pemeriksaan dengan dial indikator
   Dengan dial indikator dan alat pemutar juga dapat
   dilakukan   pengukuran      ketidakrataan     permukaan
   ujung pegas diphragm atau ujung tuas pembebas.
   Untuk memudahkan pengukuran pasanglah dial
   dengan magnetik base pada mesin. Penyimpangan
   maximal : 0.5 mm.

         Gambar 25.    Pemeriksaan kerataan  tinggi pegas
(e) Pemeriksaan panjang dan kesikuan pegas penekan
   Panjang bebas pegas penekan mempunyai limit yang
   bervariasi tergantung ukuran kopling unit. Demikian
   juga dengan ketidaksikuan pegas penekan (lihat  buku manual).
  Semakin besar unit kopling biasanya
   limit/ tolerensi semakin besar.

      Gambar 26.      Pengukuran panjang dan kesikuan pegas
                             penekan
(f) Pemeriksaan tegangan pegas penekan
   Tegangan pegas penekan sangat berpengaruh pada
   kekuatan kerja kopling dalam meneruskan putaran
   dan daya mesin. Semakin berat suatu kendaraan
   maka akan semakin kuat/ besar tegangan pegas
   penekan yang digunakan. Spesifikasi tegangan pegas
   dapat   dilihat    pada       buku    manual    kendaraan.
   Perbedaan antar pegas juga tidak boleh terlalu
   besar, karena akan membuat penekanan kopling
   tidak merata.


 Gambar 27.         Pengukuran tegangan pegas penekan
(g) Perbaikan/ penyetelan
   Bila penyimpangan tidak masuk dalam spesifikasi,
       lakukan penyetelan kerataan :
       o Pegas diaphragm
          Pada     pegas    diaphragm    lakukan     penyetelan
          ketinggian dan kerataan dengan SST seperti
          terlihat pada gb. berikut!

                   Gambar 28.   Penyetelan kerataan tinggi pegas
       o Tuas pembebas
          Penyetelan tuas pembebas dilakukan dengan
          mengatur baut penyetel pada pengikat tuas
          pembebas dan plat penekan dengan bantuan SST
          pengukur kerataan. Setelah kerataan tepat, maka
          kunci dan keraskan  mur penahan pengunci.


        Gambar 29. Penyetelan kerataan tinggi tuas pembebas





(3) Plat Penekan
   Pemeriksaan plat penekan dilakukan dengan beberapa
   tahapan yaitu :
  (a) Pemeriksaan secara fisual, adalah dengan melihat
        apakah ada kotoran, luka bekas gesekan/ terbakar,
        tergores dan atau retak. Jika ada kotoran, luka bekas
        gesekan/ terbakar, tergores dan itu hanya sedikit
        dapat dibersihkan dengan kertas amplas yang halus.
        Jika   kerusakannya      parah,    perbaiki        dengan
        menggunakan      mesin    bubut     atau    jika     tidak
        memungkinkan, ganti dengan plat penekan baru.
    (b) Lakukan pengukuran kerataan plat kopling dengan
        straigh edge dan filler gauge. Ketidakrataan max.
        adalah 0.5 mm.

               Gambar 30.   Pengukuran kerataan plat penekan
    (c) Jika ketidakrataannya melebihi spesifikasi, ratakan
        dengan menggunakan mesin bubut atau ganti
        dengan plat penekan yang baru.
(4) Plat Kopling
    Pemeriksaan plat kopling dilakukan dengan beberapa
    tahapan yaitu :
    (a) Pemeriksaan secara fisual, adalah dengan melihat
        apakah ada kotoran, luka bekas gesekan/ terbakar,
        tergores dan atau retak. Jika ada kotoran, luka bekas
        gesekan/ terbakar, tergores dan itu hanya sedikit
        dapat dibersihkan dengan kertas amplas yang halus.
   Jika kerusakannya parah, ganti kampas kopling atau
   ganti dengan plat kopling baru.
(b) Pemeriksaan dan pengukuran kedalaman paku keling
   dengan jangka sorong. Batas kedalaman paku keling,
   minimal 0.3 mm. Jika kedalaman sudah melebihi
   spesifikasi, ganti kampas kopling atau ganti dengan
   plat kopling baru.

            Gambar 31. Pengukuran kedalaman paku keling
   Penggantian kampas kopling dilakukan dengan cara
   melepas kampas kopling lama dengan merusak paku
   kelingnya dengan bor, memasang kampas kopling
   baru dengan paku keling baru dengan urutan
   menyilang.    Lakukan      pengetesan     kerataan    dan
   keolengan    plat    kopling   dengan     bantuan    roller
   instrumen dan dial indikator.

       Gambar 32.      Penggantian kampas kopling


   (c) Pemeriksaan    kekocakan    atau   kerusakan    torsion
       dumper. Jika ditemukan kekocakan dan kerusakan
       pada torsion dumper, ganti dengan plat kopling unit
       baru.
   (d) Pemeriksaan keausan atau kerusakan alur-alur hub.
       Kaitkan/ pasangkan plat kopling pada input shaft
       transmisi, plat kopling harus bergerak dengan mudah
       tetapi tidak longgar. Jika macet atau longgar ganti
       dengan plat kopling baru.
   (e) Pemeriksaan run-out plat kopling. Dengan roller-
       instrumen (mesin/alat-pemutar) dan dial indikator
       periksalah run-out plat kopling! Bila run-out melebihi
       0.8 mm, gantilah plat kopling dengan yang baru.

         Gambar 33. Pengukuran run-out plat kopling
(5) Fly Wheel
   Pemeriksaan plat kopling dilakukan dengan beberapa
   tahapan yaitu :
   (a) Pemeriksaan secara fisual, adalah dengan melihat
       apakah ada kotoran, luka bekas gesekan, tergores
       dan atau retak pada bidang geseknya. Jika ada
       kotoran, luka bekas gesekan/ terbakar, tergores dan
       itu hanya sedikit dapat dibersihkan dengan kertas
   amplas yang halus. Jika kerusakannya parah, ganti
   dengan plat kopling baru.
(b) Pemeriksaaan    keausan    gigi-gigi   ring     gear   dari
   keausan dan kerusakan. Jika terdapat kerusakan,
   ganti dengan ring gear yang baru. Penggantian ring
   gear adalah dengan cara dipanaskan pada suhu 80
   s.d. 100oC, kemudian lepaskan ring gear lama dan
   pasangkan ring gear baru dengan menggunakan
   mesin press. Pemanasan tidak boleh melebihi 120oC
   karena bisa mengubah sifat logam.
(c) Pemeriksaan run-out fly wheel. Dengan dial indikator
   periksalah run-out fly wheel! Bila run-out melebihi
   0.2 mm, gantilah fly wheel.

       Gambar 34.    Pengukuran run-out fly wheel








(d) Pemeriksaan Pilot Bearing. Putarkan bearing dan beri
   tenaga pada arah axial. Jika putaran kasar dan
   terdapat kekocakan yang berlebihan, ganti dengan
   pilot bearing yang baru.


             Gambar 35.    Pemeriksaan pilot bearing
      Penggantian pilot bearing dilakukan dengan melepas
         pilot bearing lama dengan SSt sliding hamer dan
         kemudian memasangkan pilot bearing baru.

     Gambar 36.   Melepas dan Memasang pilot bearing

E. Langkah Pemasangan
c) Pemasangan
  Pemasangan unit kopling dengan pegas spiral adalah diawali
  dengan merakit unit plat penekan dan rumah kopling.
  Pemasangan adalah dengan urutan sebagai berikut :
  (a) Letakkan pressure plate pada dudukan alat penekan.
  (b) Pasangkan pegas penekan pada dudukannya di plat
     penekan.
  (c) Pasangkan clutch cover dibelakang pegas penekan
     dengan posisi yang tepat.
  (d) Pasangkan pressure lever pada dudukannya di clutch
     cover
  (e) Lakukan penekanan clutch cover dengan alat penekan
     sehingga     pegas   penekan      tertekan    sehingga    baut
     pemegang/ penyetel pressure lever dapat dipasangkan.
(f) Lepaskan    tekanan     mesin    penekan,       dan    lakukan
   penyetelan tinggi pressure lever.
Setelah unit clutch cover terpasang, pemasangan kampas
kopling   dan   unit   kopling    dapat      dilakukan.    Prosedur
pemasangannya adalah sebagai berikut :
(a) Berilah sedikit gemuk khusus pada alur plat kopling
   (clutch hub).
(b) Masukkan center clutch pada clutch hub dan atur posisi
   plat kopling.

           Gambar 38.    Pemasangan center clutch
(c) Pasangkan plat kopling pada fly wheel dengan panduan
   center clutch dan atur posisinya supaya tepat di tengah.
(d) Pasangkan clutch cover unit dengan memperhatikan
   tanda yang telah kita buat pada saat pembongkaran dan
   ketepatan knock pin.
(e) Pasangkan baut-baut pengikat clutch cover
(f) Lakukan     pengerasan       baut-baut      pengikat     secara
   bertahap. Mulailah pengerasan dari baut yang paling
   dekat dengan knock pin secara menyilang. Sebelum baut
   dikeraskan, pastikan lagi posisi plat kopling dengan
   mengatur posisi center clutch.

(g) Keraskan    baut   pengikat    sesuai    momen     spesifikasi
   pengencangan yaitu berkisar 195 kg cm atau 19 N-m.

               Gambar 39.    Pemasangan unit kopling
   Setelah unit kopling terpasang dengan baik, pasangkan
   release lever shaft, release lever dan release bearing
   pada dudukannya dengan sebelumnya diberikan sedikit
   gemuk/ grease khusus pada beberapa bagian yang
   bergesekan. Pastikan bahwa pengunci release fork
   terhadap porosnya dan release bearing terhadap release
   fork terpasang dengan baik.

             Gambar 40. Pelumasan bagian-bagian unit kopling
   Setelah     semua    komponen      unit   kopling   terpasang,
   rakitlah/ pasang unit transmisi, unit pemindah transmisi,
   propeller (kendaraan tipe FR dan FWD) dan release
   cylinder.

BAB. III PENUTUP

  1. A.   Kesimpulan
1). Kopling berfungsi untuk menghubung dan memutuskan
     putaran mesin ke transmisi dengan lembut.
  2). Jenis-jenis kopling antara lain adalah kopling gesek, kopling
     satu arah, kopling magnet dan kopling fluida.
  3). Komponen utama sebuah unit kopling gesek, yaitu : rumah
     kopling, plat penekan, plat kopling, pegas penekan, tuas
     penekan, bantalan pembebas dan garpu pembebas.
  4). Pemeriksaan unit kopling secara visual meliputi kondisi plat
     kopling, plat penekan, pegas penekan dan alur-alur input shaft
     transmisi.
  5). Pemeriksaan   dengan    pengukuran     meliputi      pengukuran
     kerataan plat penekan; kedalaman paku keling dan kerataan/
     run-out plat kopling; kesikuan dan panjang pegas penekan,
     tegangan pegas penekan; serta kerataan/ run-out fly wheel.
  6). Pemeriksaan dengan pengecekan fungsi/ kerja meliputi
     release bearing, back-lash input shaft transmisi dan hub plat
     kopling, torsin dumper dan hub serta pilot bearing.
  7). Penyetelan pada unit kopling adalah penyetelan tinggi
     diaphragm spring dan atau ketinggian tuas penekan.
        B. SARAN
*  Bagi Siswa
-        Siswa sebaiknya menyiapkan mental dan fisik sebelum prakerin.
-        Siswa harus disiplin dengan aturan lembaga instansi/DU/DI.
-        Siswa sebaiknya menyelesaikan urusan administrasi sekolah sebelum berangkat PRAKERIN.
-    Bagi Guru Pembimbing
-       Guru pembimbing sebaiknya memonitoring lebih rutin   terhadap siswa peserta PRAKERIN.
-     Sebaiknya ketika Guru pembimbing memonitoring siswa, Guru pembimbing harus lebih interaktif dengan siswa.
* Bagi Bengkel(DU/DI)
-    Kerja sama yang baik terjalin selama ini antara SMK Negri 3 Gorontalo da instansi kiranya di pupuk terus dan tetap terpelihara serta di kembangkan untuk program pendidikan selanjutnya.
-       Disiplin keja, waktu dan ketertiban sebaiknya di perhatikan serta si tingkatkan lagi untuk para siswa prakerin.
-      Diharapkan pada tahun-tahun berikutnya tetap menerima siswa prakerin.

2 komentar:

Poskan Komentar